Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
www.kemasanukm.com
KEMASAN MENARIK UNTUK UKM - SOLUSI UNTUK UKM
5 user sedang online
Anda pengunjung ke-12,189
Marketing1
Marketing2
dadang
kepada D&D Pack,apa bisa kami mesan kotak kardus(lagi),dengan bahan yg lebih bagus dr sblmnya? model yg kami mau sekarang ada fotonya,apakah masih memakai sablon/bagaimana?<>

Febri
untuk kemasan plastik nylon polos/tnpa merek 17 x 20 cm/pcs nya dikenakan harga brapa bila stiap pengankatan saya beli 300pcs??/harga yg ada di iklan Rp 450.- trsbt bisa turun tdk? pengambilan pasti b... detail

risma
[URL]
pak saya butuh kemasan botol sirup rosella...tolong kirim detail harga dan ukuran botol, oh ya apa saya bisa pesan label? tapi labelnya saya yang desain 5X15 cm...tolong kirim ke email saya...thanks..... detail

edwin suryantoko
dear cv d&d saya punya produk bubuk kopi,rencananya mau bikin packaging sachet..... tolong kirimkan detailnya ke email saya best regard, edwin suryantoko

» isi testimonial
» lihat testimonial
Join
News

Membungkus Laba dari Jualan Kemasan Produk

18 Juni 2009

 





source by: http://www.kontan.co.id

JAKARTA. Apa yang tertangkap mata ketika pertama kali calon pembeli melihat sebuah produk? Pasti kemasannya. Semakin me­narik bungkusnya, semakin ter­tarik pula calon pembeli untuk memilikinya.

Sayangnya, biaya untuk mem­bungkus produk dalam kemasan yang cantik tak murah. Kemasan berbahan alumunium foil yang bisa berdiri (standing pouch), misalnya, bisa diperoleh dengan harga Rp 500 - Rp 1.000 per unit. Sudah begitu, pabrik pengemas­an menetapkan order minimal 60 juta unit. Akibatnya hanya perusahaan besar yang mampu membungkus produknya de­ngan standing pounch cantik.

Kondisi itu mengilhami Delli Gunarsa asal Cengkareng, Ja­karta Barat. Dia menawarkan jasa pembuatan kemasan stan­ding pounch khusus untuk pengusaha skala kecil yang tak kuat mengorder kemasan dari pabrik. Pendeknya, dia memberi jalan bagi para pengusaha kecil untuk mengemas produknya secantik produk keluaran pab­rik-pabrik besar.

Modal cukup Rp 3,5 juta

Delli bertutur, bisnis penge­masan yang dia jalani saat ini sebenarnya bermula dari kebu­tuhannya sendiri sebagai peda­gang makanan kecil. Sebelum­nya, dagangan Delli berupa em­ping, kacang sangrai, keripik kentang, bawang goreng, dan keripik balado, hanya dikemas dalam plastik biasa. Dia ingin dagangannya bisa tampil cantik dan modern. “Saat itu, produksi saya hanya untuk kebutuhan sendiri saja,” kata Delli. “Lama kelamaan, setelah produk saya banyak beredar di pasar mo­dern, banyak yang tertarik pada kemasannya,” kata Delli.

Kini, meski baru lima bulan menjalankan bisnis packaging ini, Delli mengaku banyak in­dustri kecil yang sudah meme­san standing pouch kepadanya. “Puluhan industri kecil dan me­nengah dari berbagai daerah di Indonesia sudah menjadi mitra kami,” katanya, bangga.

Dia menyebut beberapa pro­duk makanan yang memesan kemasan kepadanya, di antara­nya produsen keripik ubi, ka­cang, dan abon ikan dari Jambi. Produsen kaca mete dari Ken­dari, produsen abon sapi Palu, serta produsen abon ikan dari Maluku juga memesan bungkus kepadanya. “Cara jualan kami baru sebatas dari mulut ke mu­lut,” kata Delli.

Kapasitas produksi Delli saat ini sekitar 150.000 kemasan per bulan. Itu masih jauh dari kebu­tuhan para pelanggannya. Un­tunglah, para peminatnya rela mengantre menunggu giliran pengiriman kemasan.

Sebenarnya harga kemasan buatan Delli tak beda dengan bungkus buatan pabrik, yakni antara Rp 500 - Rp 1.000 per biji, tergantung ukuran kemasan Cuma, ini bedanya, Delli mau menerima orderan dalam partai kecil. “Pengusaha cukup menge­luarkan Rp 1,5 juta, akan men­dapatkan sekitar 2.000 hingga 4.000 kemasan,” kata Delli. Ke­cuali stiker merek produk, Delli sesumbar kualitas produknya tak kalah dengan produk sejenis bikinan pabrik.

Anda pikir bisnis Delli mem­butuhkan modal gede dan mesin canggih? Ternyata, ketika meng­awali produksi kemasan untuk dia sendiri, Delli hanya bermo­dal Rp 3,5 juta. Modal itu dia pakai untuk membeli mesin se­aler (perekat kemasan plastik) serta gunting. Sedangkan bahan baku plastik dan alumunium foil dibeli dari pabrik-pabrik.

“Tahapannya mudah, plastik dipotong sesuai ukuran, dilipat, kemudian rekatkan dengan se­aler,” terang Delli. Sedang untuk merek atau stikernya, Delli me­mesannya di percetakan.
Delli mengatakan, saat ini su­dah mempunyai tiga mesin se­aler dengan karyawan delapan orang. Karyawan tersebut hanya bertugas untuk merekatkan kantong-kantong plastik terse­but. Sedang bagian melipat serta menempel stiker, ia serahkan pada ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya. “Upah untuk melipat dan menempeli stiker masing-masing Rp 20 per kemasan,” kata Delli.







Baca juga
  » 10 November 2009
Mengemas Laba Bisnis Kemasan
Jakarta - Kemasan sangat menentukan keberhasilan sebuah produk mampu menembus pasar. Namun biasanya tidak mudah untuk menciptakan kemasan dan produk yang mampu diterima pasar. Masalah seperti ini seringkali dihadapi oleh para pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM).

  » 6 Juli 2009
Perbedaan Mesin-Mesin Sealer
Untuk kebutuhan para UKM, CV. D&D Indonesia juga menyediakan mesin-mesin sealer dengan berbagai jenis, dengan harga yang terjangkau, dan tentu saja dengan kualitas yang sudah teruji.

  » 1 Juli 2009
UKM Belum Perhatikan Takaran dan Label Kemasan Produk
Produk-produk olahan yang dihasilkan pelaku usaha kecil menengah di Jawa Barat masih banyak yang belum memerhatikan ketentuan takaran maupun kemasan produknya. Padahal, kedua hal itu merupakan syarat untuk menembus pasar global.

Search:
0 item
10 November 2009
Mengemas Laba Bisnis Kemasan
Jakarta - Kemasan sangat menentukan keberhasilan sebuah produk mampu menembus pasar. Namun biasanya tidak mudah untuk menciptakan kemasan dan produk yang mampu diterima pasar. Masalah seperti ini seringkali dihadapi oleh para pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM). detail

6 Juli 2009
Perbedaan Mesin-Mesin Sealer
Untuk kebutuhan para UKM, CV. D&D Indonesia juga menyediakan mesin-mesin sealer dengan berbagai jenis, dengan harga yang terjangkau, dan tentu saja dengan kualitas yang sudah teruji. detail

1 Juli 2009
UKM Belum Perhatikan Takaran dan Label Kemasan Produk
Produk-produk olahan yang dihasilkan pelaku usaha kecil menengah di Jawa Barat masih banyak yang belum memerhatikan ketentuan takaran maupun kemasan produknya. Padahal, kedua hal itu merupakan syarat untuk menembus pasar global. detail

18 Juni 2009
Membungkus Laba dari Jualan Kemasan Produk
Apa yang tertangkap mata ketika pertama kali calon pembeli melihat sebuah produk? Pasti kemasannya. Semakin me­narik bungkusnya, semakin ter­tarik pula calon pembeli untuk memilikinya. detail

» index berita
Bank BCA

BANK BCA

Cabang : KCP Pantai Indah Kapuk

No.Rekening : 8740301285

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA


Bank MANDIRI

BANK MANDIRI

Cabang : KK JKT Pantai Indah Selatan

No.Rekening : 115-00-0456764-2

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA

Bank BRI

BANK BRI

Cabang : Jakarta Kota

No.Rekening : 0019-01-500226-15-1

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA


© 2010 www.kemasanukm.com
CV. D&D INDONESIA
Perumahan Cengkareng Indah Blok GD No. 17
Jakarta Barat 11720 - Indonesia
Telp. (021) 9849 4866 - 680 29 753 - 32470341 Fax. (021) 619 0288
SMS : 081389530389 - 085717754594
E-mail: marketingdnd@yahoo.co.id
Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Harga belum termasuk ongkos kirim, PPn dan PPH