Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
www.kemasanukm.com
KEMASAN MENARIK UNTUK UKM - SOLUSI UNTUK UKM | Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Harga belum termasuk ongkos kirim, PPn dan PPH
Information
5 user sedang online
Anda pengunjung ke-213,006
Testimonial
Lia
saya pengen tahu harga untuk kemasan laminasi, apakah bisa kemasan stand pouch (full foil/plastic) diprinting seperti produk seperti "Kayaking"....bisa minta tolong untuk informasi harga tersebut diki... detail

adhi
Dear D&D, saya mempunyai usaha jual ikan teri kering saya bermaksud untuk mengemasnya per uk 250gr dengan plastik bening yang menarik dan ada lubang diatasnya untuk digantung di pasar retail ukuran -/... detail

rosa
Dear CV D&D Saya membutuhkan kemasan sachet +/- utk 25 gr (sementara tanpa merk). Berapa harga utk sachet tsb? apakah D&D menyediakan? dan apakah sachet tersebut dapat ditutup menggunakan hand sealer... detail

fadhli
mau nanya biaya cetak printing buat bungkus saus......... di pakai bahan PE UKURANNYA 12X22mm ukuran gambar nya........ 9x10mm........ berapa minimal order........? thanks.....

» isi testimonial
» lihat testimonial
News

Delli Gunarsa, Raup Laba Berkat Kemasan Unik dan Kreatif

31 Januari 2012

Kendala terbesar dalam memasarkan sebuah produk adalah kemasan. Hal ini kurang disadari oleh sebagian besar pelaku usaha kecil di Indonesia. Umumnya mereka tidak sadar atau kurang memahami bahwa kemasan yang baik dan menarik akan mendatangkan nilai lebih pada produk yang dijual.

“Umumnya pengusahan kecil kita masih berpikir tradisional yang hanya mengandalkan pada produk yang dijual, sementara pembungkusnya biasa saja (plastik biasa).
Mereka tidak sadar bahwa nilai produk mereka dapat bertambah berlipat-lipat jika membalutnya dengan kemasan yang menarik,” ungkap Delli Gunarsa.

DellyDi luar negeri tren kemasan kreatif bukan hal yang baru lagi. Produk makanan bahkan kerajinan pun dibungkus dengan kemasan menarik, yang eye catching. Tak dapat disangkal, konsumen umumnya akan tertarik dengan produk-produk yang dibungkus dengan cantik. “Ini perilaku umum konsumen, hal pertama yang membuat mereka tertarik membeli suatu barang adalah kemasan barang tersebut,” tambahnya.

Perilaku konsumen ini sangat disadari oleh pelaku usaha di luar negeri, entah itu pengusaha kecil ataupun besar. Karenanya model-model kemasan cantik dan kreatif banyak bermunculan. Mereka berlomba-lomba membuat kemasan sekreatif mungkin.

“Padahal kalau dilihat isinya, ya itu-itu saja, kadang tidak istimewa. Coklat-coklat di luar negeri misalnya, dikemas dengan cantik yang menggoda konsumen untuk membeli, padahal isinya biasa saja. Di Indonesia, kita punya banyak sekali produk berkualitas yang dihasilkan oleh industri kecil, apakah itu makanan, kerajinan, atau komoditi lain, namun karena kemasannya tradisional atau biasa-biasa saja, menjadi kurang menarik. Buntutnya, produk menjadi sulit bersaing,” papar Delli.

Mengubah mindset pelaku usaha kecil akan pentingnya kemasan kreatif, menurut Delli, tidaklah mudah. Betapa sulitnya meyakinkan mereka bahwa kemasan yang baik dan kreatif bisa menggandakan keuntungan mereka.

Delli sendiri menyadari pentingnya kemasan produk setelah bergelut dengan berbagai jenis usaha. Awalnya, Delli yang sarjana akutansi Universitas Tarumanegara, bekerja sebagai manajer sebuah swalayan, lalu pindah ke perusahaan keluarganya yang bergerak di bidang pembuatan saos. Setelah merasa memiliki modal cukup, Delli dan istrinya, memutuskan untuk memulai usaha sendiri. “Saya masih tahap mencari-cari usaha yang tepat. Saya mulai dari usaha konveksi, kemudian 2005 lalu pindah ke usaha makanan kering oleh-oleh dari berbagai daerah,” jelasnya.

Meski usahanya itu berkembang baik, namun ia merasa ada kurang. Persaingan di bidang penjualan produk makanan sangat ketat, jika tidak membuat nilai lebih pada produknya, tentu sangat sulit bersaing. ”Lalu bagaimana caranya bagar bisa meningkatkan nilai penjualan produk, itu yang selalu saya pikirkan,” katanya.

Untuk itu ia tekun mengamati tren pasar, sembari mencari ide-ide inovatif. Dari hasil pengamatannya ia mendapati bahwa kemasan ternyata berpengaruh penting untuk meningkatkan value produk, selain produk itu sendiri. Yang jadi persoalan, ujar Delli, pemesanan kemasan di pabrik besar tidak bisa diecer. “Kalau ke pabrik besar, minimal harus memesan 100 ribu potong, untuk pelaku usaha kecil seperti kami, tentu tidak mungkin. Pabrik besar tidak melayani pembelian kemasan hanya 100-200 potong,” jelasnya.

Dari sana, tuturnya, muncul ide kenapa tidak membuat kemasan sendiri. “Saya lalu mencari informasi seputar kemasan termasuk mesin pembuatannya. Tentu saja nmesin ukuran kecil sesuai kebutuhan,” katanya.

Sejak itu, semua produk makanannya dikemas dengan baik. Bukan sekadar dikemas, tapi juga memperhatikan aturan pelebelan dan barcode yang ditetapkan pemerintah. Setelah semuanya dibenahi, maka bukan hanya value yang meningkat, tapi peluang untuk mendapat pasar lebih luas pun terbuka lebar. “Kalau sebelumnya produk saya hanya masuk sampai ke toko-toko biasa, tapi setelah semuanya dibenahi, produk saya bisa masuk ke toserba-toserba besar,” paparnya.

Dalam perkembangannya, kemasan produknya ternyata menarik minat pelaku usaha kecil lainnya. Mereka bertanya soal kemasan tersebut, dan membelinya beberapa ratus jenis untuk contoh. Setelah membuktikan manfaatnya, mereka pun menjadi pelanggan Delli dalam membeli kemasan. Bukan hanya itu, sebagian dari mereka malah meminta agar kemasannya dibuat sekreatif mungkin.


sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/3466-delli-gunarsa-raup-laba-berkat-kemasan-unik-dan-kreatif.html



Baca juga
  » 31 Januari 2012
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut

  » 31 Januari 2012
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan

  » 31 Januari 2012
pelatihan CV. D&d indonesia
pelatihan di CSR 7-ELEVEN jakarta

  » 31 Januari 2012
Peluang Bisnis Peralatan Produksi UKM
Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menyebutkan, jumlah UKM di Indonesia sudah menembus angka 51,2 juta unit usaha. Jumlah ini setara dengan 90% lebih dari total pelaku usaha di Tanah Air.

  » 31 Januari 2012
Kisah Sejoli Mengemas UKM
Persinggungan sejoli Delli-Maria di bisnis ini diawali ketika mereka kesulitan mencari kemasan yang baik untuk produk snack tradisional yang mereka jual melalui Carrefour..

Search
Search:
News
31 Januari 2012
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut detail

31 Januari 2012
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan detail

31 Januari 2012
pelatihan CV. D&d indonesia
pelatihan di CSR 7-ELEVEN jakarta detail

31 Januari 2012
Peluang Bisnis Peralatan Produksi UKM
Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menyebutkan, jumlah UKM di Indonesia sudah menembus angka 51,2 juta unit usaha. Jumlah ini setara dengan 90% lebih dari total pelaku usaha di Tanah Air. detail

» index berita
Pembayaran
Bank BCA

BANK BCA

Cabang : KCP Pantai Indah Kapuk

No.Rekening : 8740301285

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA


Bank MANDIRI

BANK MANDIRI

Cabang : KK JKT Pantai Indah Selatan

No.Rekening : 115-00-0456764-2

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA

Bank BRI

BANK BRI

Cabang : KCP Muara Baru

No.Rekening : 0541-01-005575-507

Atas Nama : Maria Magdalena


© 2010 www.kemasanukm.com
CV. D&D INDONESIA
Perumahan Cengkareng Indah Blok GD No. 17
Jakarta Barat 11720 - Indonesia
Telp. (021) 680 29 753 - 32470341 Fax. (021) 619 0288
HP : 081389530389 - 085717754594 - 087888243255
Pin BB: 3149DD51
E-mail: marketingdnd@ymail.com
Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Syarat dan ketentuan berlaku untuk diskon dan/atau potongan harga.
Harga belum termasuk ongkos kirim, PPn dan PPH

Toko Online