Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
www.kemasanukm.com
KEMASAN MENARIK UNTUK UKM - SOLUSI UNTUK UKM | Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Harga belum termasuk ongkos kirim, PPn dan PPH
Information
7 user sedang online
Anda pengunjung ke-170,779
Testimonial
Lia
saya pengen tahu harga untuk kemasan laminasi, apakah bisa kemasan stand pouch (full foil/plastic) diprinting seperti produk seperti "Kayaking"....bisa minta tolong untuk informasi harga tersebut diki... detail

adhi
Dear D&D, saya mempunyai usaha jual ikan teri kering saya bermaksud untuk mengemasnya per uk 250gr dengan plastik bening yang menarik dan ada lubang diatasnya untuk digantung di pasar retail ukuran -/... detail

rosa
Dear CV D&D Saya membutuhkan kemasan sachet +/- utk 25 gr (sementara tanpa merk). Berapa harga utk sachet tsb? apakah D&D menyediakan? dan apakah sachet tersebut dapat ditutup menggunakan hand sealer... detail

fadhli
mau nanya biaya cetak printing buat bungkus saus......... di pakai bahan PE UKURANNYA 12X22mm ukuran gambar nya........ 9x10mm........ berapa minimal order........? thanks.....

» isi testimonial
» lihat testimonial
News

UKM Belum Perhatikan Takaran dan Label Kemasan Produk

1 Juli 2009

 Laporan Wartawan Kompas Timbuktu Harthana

BANDUNG, KOMPAS-

Produk-produk olahan yang dihasilkan pelaku usaha kecil menengah di Jawa Barat masih banyak yang belum memerhatikan ketentuan takaran maupun kemasan produknya. Padahal, kedua hal itu merupakan syarat untuk menembus pasar global.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Agus Gustiar, Selasa (10/7), banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang belum memahami pentingnya pengukuran kuantitas produk yang dikemas. Demikian pula dengan pemasangan label kemasan yang berisikan identitas produk. Akibatnya, produk yang dihasilkan UKM tersebut tidak punya daya saing untuk pasar global.

Agus mencontohkan, produk UKM asal Jabar pernah ditolak oleh Australia karena isi dengan data kuantitas yang tercantum dalam label kemasan tidak sama. ”Mereka (UKM) tidak sadar pentingnya peneraan barang dalam keadaan terbungkus, padahal, syarat produk bisa masuk pasar global dan diekspor adalah mencantumkan takaran dan label produk,” kata Agus.

Kepala Seksi Undang-Undang dan Barang Dalam Kemasan Tertutup UPTD Balai Pengolahan Laboratorium Kemetrologian Disperindag Jabar D Darmawan mengakui, UKM di Jabar banyak yang belum memahami dan mengetahui tentang pentingnya label yang tercantum pada kemasan produknya. Sebab, pengusaha dan pelaku usaha masih awam dengan Peraturan Pemerintan nomor 10/1987 tentang aturan pelabelan untuk produk UKM.

Kebanyakan, produk kemasan dari UKM di Jabar yang sudah mencantumkan label tidak memuat nama perusahaan, alamat perusahaan, maupun isi bersih atau kuantitas produk yang terdapat di dalam kemasan. Namun, untuk takaran produk yang dimasukkan dalam kemasan, umumnya UKM di Jabar sudah mematuhinya. Sebab, dari 205 UKM dan 28 perusahaan makanan dan obat-obatan yang diuji, hanya 7 produk dari 523 produk yang diuji dinyatakan tidak mematuhi ketentuan yang tercantum dalam kemasan.

Agus menegaskan, tujuan kepastian alat ukur dan pengawasan peneraan pada produk kemasan adalah untuk melindungi konsumen dengan memberikan jaminan kepercayaan, sehingga menekan risiko perselisihan dan biaya transaksi. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang  profesional dalam hal peneraan, serta kesadaran pelaku usaha untuk memberikan kepastian produknya kepada konsumen.

Terlebih lagi, adanya perjanjian perdagangan internasional yang akan diberlakuan tahun depan (2008), sehingga dibutuhkan sertifikat yang bisa memberikan jaminan kuantitas maupun kualitas produk bagi konsumen. Darmawan mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikasi itu relatif terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk produk yang dikemas tanpa mesin otomatis. ”Sedangkan, produk yang dikemas dengan mesin otomatis biaya sertifikasinya yang berlaku setahun adalah Rp 50.000 per produk kemasan. Untuk perusahaan besar, ini sangat terjangkau,” kata Darmawan.

sumber : http://www2.kompas.com/



Baca juga
  » 31 Januari 2012
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut

  » 31 Januari 2012
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan

  » 31 Januari 2012
kementerian pemuda dan olahraga
kementerian pemuda dan olahraga

  » 31 Januari 2012
pelatihan HITIM HOME INDUSTRY training dijakarta
pelatihan HITIM HOME INDUSTRY training dijakarta

  » 31 Januari 2012
pelatihan CV. D&d indonesia
pelatihan di CSR 7-ELEVEN jakarta

Search
Search:
News
31 Januari 2012
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut
pelatihan kemasan dan pengolahan rumput laut detail

31 Januari 2012
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan
pelatihan kemasan CSR BUMN PT PTP VII Perseroan detail

31 Januari 2012
kementerian pemuda dan olahraga
kementerian pemuda dan olahraga detail

31 Januari 2012
pelatihan HITIM HOME INDUSTRY training dijakarta
pelatihan HITIM HOME INDUSTRY training dijakarta detail

» index berita
Pembayaran
Bank BCA

BANK BCA

Cabang : KCP Pantai Indah Kapuk

No.Rekening : 8740301285

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA


Bank MANDIRI

BANK MANDIRI

Cabang : KK JKT Pantai Indah Selatan

No.Rekening : 115-00-0456764-2

Atas Nama : CV. D&D INDONESIA

Bank BRI

BANK BRI

Cabang : KCP Muara Baru

No.Rekening : 0541-01-005575-507

Atas Nama : Maria Magdalena


Banner
Join
Banner Iklan
© 2010 www.kemasanukm.com
CV. D&D INDONESIA
Perumahan Cengkareng Indah Blok GD No. 17
Jakarta Barat 11720 - Indonesia
Telp. (021) 680 29 753 - 32470341 Fax. (021) 619 0288
HP : 081389530389 - 085717754594 - 087888243255
Pin BB: 3149DD51
E-mail: marketingdnd@ymail.com
Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Harga belum termasuk ongkos kirim, PPn dan PPH

Toko Online